Saya Wesley dari Wamena.  Umur saya 34 tahun.  Saya HIV positif.
 

 
 

Saya tidak tahu kalau saya tertular HIV.  Hanya saja setiap hari berat badan saya turun terus-menerus, mulai dari bobot tubuh 75kg dan menjadi 30kg.  Tidak ada yang tahu kondisi saya kecuali mama saya yang memang mengurus saya.  Namun, saya tidak bisa meninggalkan rumah.  Jika tidak begitu, kemungkinan orang-orang akan mengetahui kondisi saya dan saya bisa dibakar hidup-hidup.  Jadi, bisa dibilang saya seperti tawanan di rumah sendiri.  Di rumah pun saya diisolasi. Saya makan sendiri dengan piring yang dipisahkan dan makan di ruangan terpisah. Rasanya seperti penyiksaan.

 

 
 
 
 

 

Saya sempat melakukan "adat" atau melakukan persembahan sampai mengorbankan 10 babi, tapi tetap saja kesehatan saya tidak membaik.  Tubuh saya tinggal kulit dan tulang. Setelah menderita selama 3 tahun, saya pun akhirnya pergi ke rumah sakit dan saya didiagnosis positif HIV. Saya pikir saya akan meninggal karena saya percaya tidak ada pengobatan yang yang benar-benar tersedia.
 

 
Seekor babi digunakan untuk melakukan "adat," atau ritual penyembuhan tradisional di Tanah Papua.  Babi itu dibedah.  

Seekor babi digunakan untuk melakukan "adat," atau ritual penyembuhan tradisional di Tanah Papua.  Babi itu dibedah.  

Membersihkan tubuhnya secara menyingkirkan apa yang diduga sebagai "parasit" dan menguras "darah buruk" diyakini bisa menyembuhkan penyakit seseorang.  

Membersihkan tubuhnya secara menyingkirkan apa yang diduga sebagai "parasit" dan menguras "darah buruk" diyakini bisa menyembuhkan penyakit seseorang.  

 

 

Saya menjadi optimis ketika dokter mengatakan ada ARV (obat Antiretroviral) untuk mengobati HIV. Saya mengikuti nasihatnya dan mulai mengkonsumsi ARV secara teratur.  Berat badan saya berangsur-angsur kembali, mulai dari 30kg, ke 60kg, dan kembali ke berat badan normal 75kg.  
 

 
Foto portrait Wesley; Seorang saudara dan anak laki-laki yang penuh kasih, sosok advokat yang selalu perduli dan penuh perhatian.  

Foto portrait Wesley; Seorang saudara dan anak laki-laki yang penuh kasih, sosok advokat yang selalu perduli dan penuh perhatian.

 

 

“SAYA SELALU MENYEMANGATI TEMAN-TEMAN UNTUK DATANG KE RUMAH SAKIT UNTUK MEMPEROLEH ARV."


 

 

Saya sudah mengkonsumsi ARV selama lebih dari 10 tahun dan agar bisa terus-menerus bertahan hidup, saya harus mengkonsumsi obat tersebut sepanjang hidup saya. Kemana pun saya pergi, saya selalu membawa ARV di dalam saku atau tas. ARV sebetulnya gratis sehingga Anda tidak perlu membelinya. Tersedia gratis di rumah sakit terdekat. Sayang sekali masih saja ada banyak teman-teman yang tidak mau datang (ke rumah sakit) untuk memperolehnya. Saya selalu menyemangati teman-teman untuk memperoleh ARV agar mereka bisa kembali hidup sehat layaknya orang sehat seperti saya.

 

 
 
Foto portrait Wesley; Seorang saudara dan anak laki-laki yang penuh kasih, sosok advokat yang selalu perduli dan penuh perhatian.  

Foto portrait Wesley; Seorang saudara dan anak laki-laki yang penuh kasih, sosok advokat yang selalu perduli dan penuh perhatian.

 

 

Saya mampu melanjutkan aktivitas sehari-hari sama seperti teman-teman saya yang lainnya. Saya bangun pukul 6 pagi dan prioritas pertama saya adalah mengurus babi-babi peliharaan saya. Kemudian saya pergi ke klinik VCT (konseling dan tes sukarela) untuk mendampingi rekan-rekan saya yang datang untuk mengikuti tes HIV atau sekadar untuk pemeriksaan rutin.  Di siang hari, saya melakukan kunjungan ke rumah-rumah untuk mengecek kondisi teman-teman saya dan memastikan mereka baik-baik saja. Saya juga membentuk Noken, sebuah kelompok dukungan sebaya yang menyediakan jasa konseling dan dorongan pada setiap individu yang hidup dengan HIV di dalam komunitas saya. 

 

 
 

Wesley menghabiskan waktu bersama seorang bayi laki-laki yang kehilangan ibunya lantaran meninggal dunia karena AIDS.  Wesley selalu melakukan kunjungan ke rumah teman-temannya, sekadar untuk memastikan kondisi mereka baik-baik saja dan tidak kekurangan satu apapun.  Wesley juga membawa makanan yang bergizi untuk menjaga kesehatan mereka.

 

 

“Saya masih memiliki umur panjang dan suatu hari nanti saya akan menikah dan memiliki anak.”