Saya Reni Purwoningsih, asal dari Bayuwangi, Jawa Timur.  Umur saya 31 tahun. Saya HIV positif.

 

 
 

Semula suami saya tidak mengetahui kondisi status HIV saya.  Hingga di tahun 2011, saya dan suami pergi untuk mengikuti tes HIV dan ternyata hasilnya adalah positif.Setelah mendengar kabar tersebut, pada mulanya saya cukup tertekan. Namun, saya tidak merasa lelah dan kewalahan dengan beban sebagai orang yang hidup dengan HIV karena saya menerima dukungan dan motivasi dari keluarga.  Ibu saya selalu memberikan dukungan dan bimbingan spiritual, begitu juga dengan suami saya yang terus memberikan dorongan untuk bertahan dan menerima segala sesuatu yang terjadi dengan ikhlas.

 

 
 

"Kami pergi ke masjid bersama-sama, tidur dan makan bersama-sama. Kami melakukan segalanya bersama-sama sebagai keluarga.”

- Orang Tua Reni


 
 
Foto portrait Reni bersama ibunya yang tidak akan pernah meninggalkan dirinya dan selalu berada di sisi anaknya.

Foto portrait Reni bersama ibunya yang tidak akan pernah meninggalkan dirinya dan selalu berada di sisi anaknya.

 

 

Sebelum saya mengkonsumsi ARV (obat Antiretroviral) berat badan saya hanya 18kg.  Ada satu masa dimana saya dirawat di rumah sakit sebanyak 6 kali. Bukan hal yang mudah untuk bisa melakukan aktivitas normal sementara saya harus banyak beristirahat.

 

 
 
Foto Reni sebelum mengkonsumsi ARV (Antiretroviral)

Foto Reni sebelum mengkonsumsi ARV (Antiretroviral)

 
 

Saya sudah menjalankan ARV selama 4 tahun dan saat ini kondisi kesehatan saya sudah jauh membaik. Sekarang berat badan saya 41kg dan saya bisa bekerja seperti layaknya ketika saya belum sakit.

 

 
 



Setiap hari saya selalu bangun jam 4 pagi untuk sholat subuh bersama ibu dan nenek saya.  Lalu saya mengurus beberapa pekerjaan rumah sehari-hari, seperti bersih-bersih dan memasak.  Saya berkontribusi di komunitas saya dan bekerja secara sukarela di klinik dengan cara membantu para dokter dan perawat yang merawat para pasien yang memerlukan dorongan semangat untuk mengkonsumsi ARV.  Kemudian di sore hari, saya mengajar anak-anak kecil yang tinggal di kampung saya untuk belajar membaca Quran dan sebulan sekali saya juga rutin mengikuti kelompok pengajian bersama para ibu rumah tangga lainnya yang tergabung di dalam komunitas.

 

 

"Saya sudah membuktikan bahwa dengan ARV kita bisa memperoleh pemulihan kesehatan secara penuh."

 

 

Sangatlah penting untuk mengkonsumsi ARV secara rutin dan tepat waktu untuk menekan perkembangan virus HIV jadi saya selalu membawa ponsel dengan fasilitas alarm untuk mengingatkan saya.  Kita tidak bisa mengganti pengobatan ARV dengan obat-obatan herbal karena hanya ARV yang telah terbukti bisa mengobati HIV.

 

 
 
 

“Saya tidak akan menyia-yiakan waktu dan saya tidak akan pernah menyerah.”


 
 

 

Saya menjalani hidup saya bagai sebuah perjalanan yang indah. Saya tidak akan pernah menyia-nyiakan waktu yang ada dan saya tidak akan pernah menyerah. Untuk mereka yang menjalani hidup dengan HIV seharusnya tidak perlu takut karena saya sudah membuktikan bahwa ARV bisa membantu memulihkan kesehatan secara penuh.  Dan bagi mereka yang tidak menderita positif HIV, jangan takut untuk mengikut tes dan mengecek status HIV Anda.