Saya Jhon Matius, asal dari Tanah Toraja.  Umur saya 41 tahun. Saya HIV positif.

 
 

Saya mulai menyadari bahwa saya terkena positif HIV di tahun 2007. Kesehatan saya menurun drastis dan saya kehilangan harapan untuk hidup.  Saya tidak percaya diri dan saya begitu takut kalau tetangga dan anggota keluarga mengetahui bahwa saya positif HIV.  Saya mengisolasi diri dengan cara tetap berada di dalam rumah dan menjauhi publik karena saya begitu takut untuk dikarantina atau ditendang keluar dari komunitas saya.

 

 
 
 
 


Lalu saya melakukan pendekatan ke anggota keluarga satu demi satu dan mengatakan kondisi saya.  Mereka mengatakan kepada saya untuk tetap bersabar dan jangan pernah kehilangan harapan meskipun mereka tahu kesulitan yang saya hadapi.  Dukungan mereka benar-benar luar bisa dan tak terduga.

 
 
Foto Pak Jhon di pesta keluarga sebelum memperoleh pemulihan kesehatan secara penuh.

Foto Pak Jhon di pesta keluarga sebelum memperoleh pemulihan kesehatan secara penuh.

 
 


Saya juga menerima perawatan dan dukungan yang terus-menerus dari Suster Perawat Diana, yang sering memeriksa keadaan saya dan membawa saya ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan.  Dukungannya benar-benar luar biasa dan dia pun menyampaikan tentang ketersediaan ARV (obat Antiretroviral) dan yang saya perlukan hanyalah tekad kuat untuk mengkonsumsinya.
 

 

"Jika saya ini diumpamakan sebuah baterai, saya pasti seperti sebuah baterai tanpa energi. Tapi ARV seperti mengisi ulang energi saya dan menjadikan saya tetap sehat."

 
Foto portrait Pak Jhon; Seorang suami yang setia, figur ayah yang penyayang, dan seorang pengusaha.

Foto portrait Pak Jhon; Seorang suami yang setia, figur ayah yang penyayang, dan seorang pengusaha.

 

Selama tujuh tahun terakhir, saya mengkonsumsi ARV setiap hari; pagi hari pada pukul 7 pagi dan malam hari. ARV meningkatkan kesehatan saya karena ia berlaku seperti mengisi ulang energi dalam tubuh saya.  Jika saya ini diumpamakan sebuah baterai, saya pasti sudah seperti baterai tanpa energi. Sebelumnya, saya menghabiskan seluruh tabungan saya untuk membeli obat-obatan herbal yang menjanjikan penyembuhan, tapi ternyata hanya ARV yang mampu 'mengisi' ulang energi dalam tubuh saya dan membuat saya tetap sehat.

Saya pekerja keras tapi sebagai orang yang mengidap positif HIV, saya perlu mencari cara untuk mendapatkan penghasilan dan bertahan di kota ini. Kemudian saya mempunyai sesuatu ide untuk membuat kandang babi. Untuk memulai bisnis, awalnya saya meminjam uang dari tetangga untuk membeli anak babi. Setelah babi-babi itu dewasa dan beranak-pinak, saya jual anaknya dan mengembalikan uang yang saya pinjam ke tetangga saya. Selama tujuh tahun terakhir saya sudah memperluas bisnis saya. 

 

 
 



Saya biasanya bangun sekitar jam 4 atau 5 pagi dan mulai membersihkan kandang babi.  Setelah memberi makan babi-babi peliharaan, lalu saya menyiapkan makanan mereka untuk hari berikutnya.  Saya juga harus memelihara kebersihan sekitar kandang agar tidak menganggu kenyamanan tetangga sekitar. Saya tidak ingin mereka (tetangga) mencium aroma yang bau sehingga saya membersihkan kandang minimal 5 kali dalam sehari.
 

 
 

Suami saya adalah satu-satunya yang mencari nafkah di keluarga ini.
Saya sangat mengagumi dia karena meskipun dia positif HIV,
dia tetap bekerja keras agar anak laki-lakinya bisa bersekolah.”

- Istri dari Pak Jhon


 
 
Foto portrait Pak Jhon bersama anak lelaki dan istrinya. 

Foto portrait Pak Jhon bersama anak lelaki dan istrinya. 

 


Saya juga sering diundang ke gereja untuk memberikan kesaksian dan testimoni tentang HIV.  Sejak stigma terhadap HIV terus meningkat di tengah-tengah masyarakat, saya harus kembali berjuang dengan cara membagi pengalaman saya sebagai orang yang hidup dengan HIV namun masih bisa berada dalam kondisi yang sehat. 
 

 
Foto portrait Pak Jhon setelah ia memberikan kesaksian / testimoni di hadapan jemaat gereja tentant menjalani hidup sehat dengan HIV.

Foto portrait Pak Jhon setelah ia memberikan kesaksian / testimoni di hadapan jemaat gereja tentant menjalani hidup sehat dengan HIV.

 

Saya tidak akan pernah menyerah dan kedepannya saya berharap semakin banyak orang-orang yang memiliki keberanian untuk maju ke depan dan membuktikan bahwa HIV tidak berbahaya bagi masyarakat.