Saya Siti Rumkakir, asal dari Biak, Raja Ampat.  Umur saya 27 tahun.  Saya HIV positif.

 
 

Ketika usia kehamilan saya dua minggu, saya merasa begitu lelah dan berpikir, gejala ini mungkin hanya karena sedang mengidam. Tapi sebulan kemudian, saya melakukan tes darah dan mendapati bahwa saya positif HIV. Semula saya sangat marah dan berada dalam penyangkalan sampai akhirnya saya merasa lelah dengan begitu banyaknya hal yang saya khawatirkan. Saat itu saya merasa begitu putus asa dan berpikir besok saya akan meninggal dunia. Tetapi suami dan keluarga mendukung saya terus menerus dan tanpa syarat serta menerima keberadaan kondisi saya ketimbang menjauhi dengan saya.

Saya melahirkan putra pertama saya, Haikal, dan dia bertumbuh sehat.  Tapi kemudian tiba-tiba ia terserang penyakit diare.  Haikal jatuh koma dan meninggal dunia. Seandainya saja sejak awal saya tahu bahwa saya tertular HIV, mungkin saya bisa melakukan pilihan PMTCT (Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi) untuk menyelamatkannya. 

 

 
Foto Ibu Siti saat hamil dengan Haikal.

Foto Ibu Siti saat hamil dengan Haikal.

Foto Haikal sebelum ia meninggal.

Foto Haikal sebelum ia meninggal.

 

 

 

 

“Meskipun saya positif HIV, saya masih bisa mengurus anak-anak saya.”

 

 
 

 

Rasa keingintahuan saya mendesak saya untuk banyak bertanya dan mencari banyak informasi dari staf kesehatan untuk mempelajari beberapa fakta tentang HIV. Mengetahui fakta-fakta nyata seputar HIV telah membantu mengatasi rasa ketakutan saya dan saat ini saya melihat HIV sebagai penyakit umum.  Jika mengingat masa lalu, terkadang saya menertawakan diri saya mengingat bagaimana saat itu saya begitu takut karena minimnya informasi yang saya ketahui. 

 

Selama 3 tahun ini Saya sudah mengkonsumsi ARV (obat Antiretroviral) secara rutin, dua kali sehari, pagi hari pada pukul 8 pagi dan malam hari.  ARV membuat saya tetap sehat dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Jadi, meskipun saya positif HIV, saya masih bisa mengurus anak-anak saya.  
 

 
 

Hampir sebagian besar kegiatan saya dilakukan di rumah. Saya bangun pagi hari; saya memasak, melakukan kegiatan rumah tangga, kemudian membantu putri saya, Vio, untuk menyiapkan persiapan sekolah, dan bermain-main bersama anak terkecil saya, Young.  
 

 
 

 

Saya sudah mengkonsumsi ARV cukup lama sebelum saya hami anak saya, Young. Baru-baru ini dokter memeriksa dia untuk tes HIV dan dia ternyata tidak tertular virus dari saya.  Young tumbuh sehat dan beratnya hampir mencapai 11kg. Saya sangat bersyukur dia akan merayakan ulang tahun pertamanya tahun ini. Saya mencintai anak-anak saya, dan meskipun mereka belum saling bertemu, Haikal akan selalu menjadi saudara laki-laki Young dan Vio masih sering ‘berbicara’ dengannya tiap kali kami mengunjungi makamnya.

 

 
Young merayakan ulang tahun pertama.

Young merayakan ulang tahun pertama.

Kue ulang tahun Young untuk merayakan hari ulang tahunnya yang pertama.

Kue ulang tahun Young untuk merayakan hari ulang tahunnya yang pertama.

Ibu Siti membawa Young, dan Vio untuk mengunjungi pemakamam Haikal.

Ibu Siti membawa Young, dan Vio untuk mengunjungi pemakamam Haikal.

 

Saya memulai bisnis rumahan dengan membuat kue Pia. Ini merupakan salah satu cara saya mencari akal untuk menghasilkan uang sekaligus membantu suami dan membeli kebutuhan rumah tangga seperti beras dan susu.  Vio selalu membantu saya setiap kali saya membuat kue Pia. 
 

 
 

Ibu Siti membuat kue Pia di rumah dengan Vio sebagai pembantunya.

 
 

"Saya ingin melanjutkan hidup saya sebagai seorang istri yang setia dan contoh yang baik bagi anak-anak saya."

 
 

Sangatlah penting untuk mengikuti tes HIV guna mengetahui status kita.  Saya juga berharap agar orang-orang tahu bahwa meskipun saya positif HIV tapi saya masih memiliki kehidupan yang normal.  Saya memiliki antusiasme dan kepercayaan diri yang sama seperti layaknya mereka yang sehat. S aya ingin melanjutkan hidup saya sebagai seorang istri yang setia dan memberikan contoh yang baik untuk anak-anak saya.