SAYA RATNA, ASAL DARI MAKASSAR.  UMUR SAYA 31 TAHUN.  SAYA HIV POSITIF

 
 

 

Semua berawal saat suami saya sakit.  Di kemudian hari dia ternyata didiagnosa dengan HIV lalu meninggal dunia.  Saya tertular virus HIV dari suami saya.  Seiring dengan kesehatan saya yang semakin memburuk, saya pun kehilangan harapan untuk terus hidup karena saya berpikir toh saya juga akan meninggal.

 

 
 
Foto portrait Ibu Ratna yang sedang bersiap-siap pergi ke sekolah untuk bekerja.

Foto portrait Ibu Ratna yang sedang bersiap-siap pergi ke sekolah untuk bekerja.

 
 

Sebagai orang tua tunggal, anak perempuan saya, Amel, masih membutuhkan saya dan dialah satu-satunya sumber motivasi saya untuk terus bertahan hidup.  Setelah mengetahui kondisi status saya, saya mulai mencari obat yang saya dengar bisa menekan pertumbuhan virus HIV yang ada di dalam tubuh saya.

 

 

"Anak perempuan saya membutuhkan saya dan dialah satu-satunya sumber motivasi saya untuk bertahan hidup."

 
 "Anak perempuan saya membutuhkan saya dan dialah satu-satunya sumber motivasi saya untuk bertahan hidup."

 "Anak perempuan saya membutuhkan saya dan dialah satu-satunya sumber motivasi saya untuk bertahan hidup."

 

Di tahun 2010, saya pun mulai mengkonsumsi ARV (obat Antiretroviral).  Saya meminumnya sehari sekali sebelum tidur.  ARV telah terbukti meningkatkan kesehatan saya.  Saya bisa kembali bekerja bahkan bisa melakukan lebih banyak aktivitas dari sebelumnya.

 

 
 

 

Saya sudah menjadi seorang guru selama lebih dari lima tahun.  Saya mengajar lebih dari 120 murid di sekolah menengah untuk mata pelajaran agama dan HIV. Meskipun saya positif HIV, rekan-rekan kerja saya di sekolah terus-menerus memberikan dukungan.  Mereka bahkan meyakinkan saya bahwa saya tidak akan ditolak hanya karena status positif HIV saya.

 

 
Foto portrait Ibu Ratna sebagai pemimpin upacara bendera di sekolah.

Foto portrait Ibu Ratna sebagai pemimpin upacara bendera di sekolah.

Berdiri di atas podium, Ibu Ratna memimpin jalannya upacara bendera di sekolah.

Berdiri di atas podium, Ibu Ratna memimpin jalannya upacara bendera di sekolah.

Ibu Ratna memberi hormat saat upacara bendera di sekolah.

Ibu Ratna memberi hormat saat upacara bendera di sekolah.

Ibu Ratna mengawasi murid-murid di dalam kelas.  Ia sudah berprofesi sebagai guru selama lima tahun dan saat ini ia mengajar lebih dari 120 murid.   

Ibu Ratna mengawasi murid-murid di dalam kelas.  Ia sudah berprofesi sebagai guru selama lima tahun dan saat ini ia mengajar lebih dari 120 murid. 

 

 

"SAYA BUKAN ORANG YANG SAKIT, LEMAH, TAK BERDAYA, DAN YANG TERBUANG.”


 
 

 

Saya berharap, orang-orang seperti saya bisa lebih berani untuk mengikuti tes HIV karena bagaimanapun juga jauh lebih baik apabila kita mengetahui kondisi status HIV kita agar secepat mungkin mendapatkan pengobatan dan mencegah penularan virus HIV ke orang lain.

 

 
 

 

Saya sendiri telah mengungkapkan kondisi status saya secara terbuka di hadapan publik karena saya ingin membuktikan kepada setiap orang bahwa meskipun saya positif HIV, saya bukanlah orang yang sakit, lemah tak berdaya, dan yang terbuang.